Pengalaman pribadi. Akibat terbengkalai dengan kesibukan keseharian harus berangkat pagi pulang sore, atau kalo kata orang, “Berangkat gelap pulang gelap”, hehehe…

Ketika ketemu dengan hari-hari sibuk bekerja yang mewajibkan harus berangkat lebih “puagi….” kata tersebut menunjukkan berarti lebih pagi dari sekedar pagi secara umum, karena standard pagi kan sekitar jam 7-8 an dah, lah kalo puagi berarti sebelum jam 7, kurang lebih demikian.

Jika harus berangkat kerja pada sekitaran jam tersebut sementara sebelum berangkat kerja harus terlebih dahulu ngurusin dan nyiapin anak-anak dan selanjutnya ngantar anak-anak ke sekolah, lantas jam berapa kita bisa ngurus burung pada pagi hari ? apalagi untuk menjemurnya… sedangkan matahari baru keluar dan mulai terasa hangat pada sekitar jam 7-an, sudah barang tentu satu pekerjaan dalam hal perawatan burung khususnya untuk penjemuran jelas tidak bisa dilakukan, nah apabila hal ini terjadi selama satu minggu saja, sudah barang tentu bisa berimbas pada kurangnya tingkat kesehatan dan kesegaran yang terjadi pada burung kacer itu sendiri dan juga burung lainnya tentunya. Apalagi jika kondisi musim hujan pada saat sekarang ini.

Untuk itu, demi kesehatan dan kondisi normal serta fit yang dirasakan oleh burung kacer milik kita, usahakan jika memang posisi kita sedang berkerja, apabila pas ada panas matahari jam berapapun itu, mintalah tolong orang yang berada di rumah entah anak-anak atau istri kita untuk mengeluarkan burung kacer milik kita agar dijemur walau sesaat. Karena dengan penjemuran matahari sangatlah bermanfaat sekali buat burung, jangan di anggap remeh proses penjemuran tersebut.

Setidaknya dalam seminggu kita berkerja pastilah ada hari liburnya entah Sabtu atau Minggu atau kedua-duanya, maka pada kesempatan itu, jika ada panas matahari segeralah keluarkan dan jemur burung dengan membuka kerodong hingga asupan sinar matahari cukup menghangatkan badan si burung tersebut.

Cara menyikapi apabila memang berhari-hari matahari tidak menampakkan diri, maka jalan yang bisa dilakukan adalah, dengan memberikan banyak Ulat Hongkong (itu yang saya lakukan) dan juga dengan mengkerodong burung dengan kerodong yang lebih bisa membuat hangat si burung. Sekarang banyak kerodong yang berjenis bahan lebih tebal yang bisa membuat lebih hagat bagi si burung dan labih baik gantung saja di dalam ruangan. Selain itu jika ruangan terasa lebih dingin, untuk membuata ruangan lebih hangat, nyalakan lampu untuk memberikan tambahan Susana udara lebih hangat dalam ruangan.

Sebuah hobi apabila kita pandang secara umum memang tidak bias diprediksi, pada saat kita lagi senang-senangnya dengan barang yang kita senangi pastilah kita akan selalu memandangi dan mempehatikannya setiap saat tetapi di kala kita sedang dalam pikiran tidak terfokus pada hal tersebut maka kitapun akan mengacuhkannya bahkan pada level dan kndisi tertentu dengan sergap kita ingin menjual barang yang kita miliki tersebut bahkan jika memang pada saat kita menginginkan untuk menjualnya dengan harapan agar segera terjual namun tidak kunjung ada orang yang menawarnya maka dengan segala rasa putus harapan terkadang hal yang paling mudah adalah dengan memberikan kepada orang lain atau jika barang itu adalah burung maka dengan cara menerbangkannya kea lam bebas.

Tak ubahnya sebagaimana pengalaman priadi yang pernah saya lakukan pada saat membeli burung Anis Batu menurut penuturan si penjualnya nama burung tersebut, karena pada saat membeli belum faham jenis-jenis burung apa saja yang memang benar2 banyak penggemarnya sehingga asal beli saja dengn resiko yang kurang begitu faham juga, bukan masalah harga tetapi yang paling penting adalah pegalaman yang bisa dijadikan sebagai pendidikan dan pembelajaan agar lebih tahu untuk langkah selanjutnya ketika kita akan membeli burung yang kita niatkan.

Tidak berbeda jauh dengan yang satu ini, bukan karena panjangnya ekekan, bukan karena suaranya yang merdu, bukan karena mahal ataupun murahnya pada saat membeli dan lain sebagainya, namun, kembali lagi pada masalah hobi dan kesukaan, yang namanya suka tidak bisa dijadikan perbandingan dengan apapaun bahkan harga tinggi sekalipun.

Love Bird, dari segi warna pasti bukan termasuk burung yang harganya jutaan apalagi belasan juta, ekeknyapun standard saja, dan yang pasti tidak ada kelebihan lain yang dimilikinya, namun mengapa selaku pemiliknya, saya sangat menikmati lovebird yang satu ini sekalipun ada beberapa love bird lain yang kami rawat di rumah. Itulah yang namanya hobi dan kesukaan. Namun perlu digarisbawahi adalah “untuk saat ini” tidak tahu untuk kedepannya. Yang pasti sayangilah dengan sepenuh hati burung kesayangan kita selagi kita sedang suka dengannya, karena bisa jadi suatu saat kita tidk suka lagi sama dia.

Dan kesimpulannya adalah, apapun burung yang kita miliki terlepas dari harga burung, trend burung, selera orang lain, keunikan burung, performance dan prestasi burung, keindahan warna burung dan lain sebagainya, jika memang kita tidak suka untuk saat itu, tidak ada yang bisa memaksakan untuk menyukainya bahkan diberipun terkadang tidak mau… hehehe, “kalo dikasih Murai Medan prestasi ya pasti mau laaaah…. Hahahahaha” la ini, ngasih burung kutilang, siapa yang mau… ? tapi kadang ada yang mau juga sih… (just intermezzo..). Demikian sekedar cerita saja.

Penyakit dapat menyerang makhluk hidup mana pun termasuk burung berkicau. Burung berkicau yang tak luput dari serangan penyakit adalah burung murai batu.
Burung murai batu termasuk jenis burung unggulan yang namanya sudah tidak diragukan lagi kehebatannya.
Walaupun murai batu termasuk jenis burung unggulan bukan berarti murai batu dapat terlepas dari serangan penyakit.
Penyakit dapat saja menyerang murai batu apabila cara perawatannya yang salah. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab mengapa penyakit dapat menyerang murai batu.
 

Mengatasi Murai Stres Macet Bunyi Dengan Cara Alami

Penyakit yang menyerang murai batu ada yang bersifat dapat diobati namun ada pula yang bersifat tidak dapat diobati.
Sebenarnya semua penyakit yang menyerang semua jenis murai batu dapat diobati. Hanya saja yang tidak dapat diobati tersebut yang pengobatannya tidak secara langsung padahal sudah terdeteksi penyakitnya.
Kesehatan murai batu harus selalu dijaga dan jangan sampai terserang penyakit. Sebagai pemilik murai batu yang baik diharapkan dapat mengetahui lebih lanjut mengenai apa saja hal yang menjadi penyebab gangguan kesehatan pada murai batu.
Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai penyebab gangguan kesehatan terhadap murai batu.
 
Dampak dari Murai batu Stres
 
Stres merupakan salah satu penyebab gangguan kesehatan murai batu. Apabila murai batu terserang stres, maka sistem yang ada di dalam tubuh murai batu menjadi terganggu akibatnya penyakit rentan masuk.
Tidak hanya dapat menyebabkan penyakit rentan masuk ke tubuh burung saja, tetapi stres juga dapat mengakibatkan produksi telur menjadi menurun.
Stres termasuk hal yang berbahaya karena jika tidak kuncung diobatkan akan menyebabkan kematian pada burung yang terserang. Stres dapat terjadi karena beberapa hal. Beberapa hal yang menjadi penyebab burung menjadi stres diantaranya.
  1. Sangkar yang ditempatkan di tempat yang kurang aman sehingga burung merasa keselamatannya terancam.
  2. Suhu udara yang tidak mendukung.
  3. Lingkungan sekitar yang tidak kondusif.
Sebelum stres ini akan mengakibatkan murai batu menjadi terserang penyakit atau bahkan mati, sebaiknya lakukan pencegahan. Pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Sangkar di tempatkan di lingkungan yang akan membuat burung merasa nyaman serta yang paling penting membuat burung tidak terganggu.
  2. Jangan memancing agar burung terkena stres.
  3. Pemberian pakan dan minum harus sesuai dengan takaran. Pakan dan minum selalu diganti dengan yang baru setiap harinya untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab stres dan penyakit.
  4. Lingkungan sekitar tempat burung kadang kala dilewati oleh beberapa orang. Untuk membuat burung tidak terkejut dengan orang yang lewat maka pakaikan sangkar burung dengan menggunakan kerodong. Kerodong ini sangat membantu mencegah burung menjadi stres.
Apabila murai batu telah terlanjur terserang stres maka lakukan pengobatan dengan cara menutup sangkar dengan menggunakan kerodong. Murai batu sebaiknya tidak dimandikan apabila sedang stres.
Serta masih banyak cara pengobatan lainnya yang akan membuat stres menjadi berkurang.Demikian Mengatasi Murai Stres Macet Bunyi Dengan Cara Alami mudah-mudahan membantu dan berguna..
Murai batu termasuk salah satu jenis burung unggulan yang telah ada sejak dahulu. Keunggulan murai batu sudah tidak diragukan lagi di dalam kontes burung berkicau.
Murai batu sering kali mendapatkan gelar sebagai jawara diberbagai kontes yang diadakan. Baik itu di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Jadi, tidak heran jika harga dari murai batu sangat mahal.
Murai batu dikenal memiliki begitu banyak jenisnya. Dan sebagian besar jenis murai batu tersebar di Indonesia. Dahulu pada saat awal kemunculannya, murai batu banyak tersebar di daerah Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Filipina, Thailand dan Malaysia.
Namun, saat ini sudah sangat jarang ditemukan murai batu di daerah tersebut.
Jika pun ada, hanya di tempat tertentu saja seperti di tempat khusus penangkaran satwa. Di alam liar keberadaan murai batu memang sudah semakin langka bahkan terancam punah.

Perbedaan Murai Batu Asal Medan,Aceh Dan Kalimantan

Kembali lagi kepada jenis murai batu, seperti yang telah disebutkan diatas bahwa sebagian besar jenis murai batu tersebar di Indonesia. Di setiap daerahnya, murai batu memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh murai batu dari daerah lainnya.
Namun, tetap saja masing-masing murai batu tersebut memiliki kelemahan.
Lantas, jenis murai batu apa saja yang tersebar di Indonesia? Murai batu yang tersebar di Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut.
  • Murai batu Medan
Seperti namanya, murai batu medan ini berasal dari daerah Medan. Murai batu medan ini telah diberikan gelar sebagai salah satu jenis murai batu terbaik di Indonesia.
Kemampuannya sudah tidak diragukan lagi di arena kontes. Ciri-ciri murai batu medan adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki postur tubuh yang besar dan panjang.
  2. Memiliki suara yang keras dan jelas.
  3. Memiliki variasi kicauan suara yang beragam.
  4. Warna bulunya hitam pekat dan menyebar hampir keseluruh tubuh kecuali pada bagian dada yang cenderung ke warna cokelat.
  5. Ekornya sangat panjang. Panjang ekornya yaitu 26-29 cm.
Ciri khas dari murai batu adalah mampu mengangkat ekornya hingga menyentuh kepala.
  • Murai batu Aceh
Murai batu asal aceh ciri-cirinya hampir sama dengan murai batu medan. Bukan hanya ciri-cirinya saja tetapi sifatnya juga hampir sama dengan murai batu.
Yang membedakannya adalah murai batu aceh memiliki daya tempur yang lebih dahsyat dibandingkan dengan murai batu asal medan.
  • Murai batu Kalimantan
Ciri-ciri dari murai batu asal kalimantan adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki warna bulu hitam pekat hampir diseluruh bagian tubuhnya kecuali bagian dadanya yang berwarna cokelat.
  2. Memiliki ekor yang tidak terlalu panjang, yaitu 14 cm.
  3. Intonasi suaranya tidak terlalu keras.
  4. Variasi kicauannya tidak sebanyak burung pada umumnya.
Itulah ciri-ciri dari murai batu kalimantan. Murai batu asal kalimantan sangat jarang di konteskan karena suaranya kalah jauh dari murai batu lainnya.
Inilah Perbedaan Murai Batu Asal Medan,Aceh Dan Kalimantan semoga berguna dan bisa untuk di jadikan bahan renungan.
Murai batu terkenal dengan burung berkicau unggulan yang dikenal sering kali mendapatkan gelar jawara diberbagai kontes burung berkicau. Namun begitu ternyata murai batu juga sama seperti burung lainnya yang dapat terserang penyakit.
Ya, murai batu memang dapat terserang penyakit apabila perawatan yang dilakukan tidak baik.
Penyakit yang dapat menyerang murai batu dapat mengakibatkan kematian apabila tidak ditangani dengan serius. Ada beberapa hal yang menyebabkan penyakit dapat menyerang murai batu. Dan salah satu diantaranya adalah sebagai berikut.
Kandang merupakan hal yang kebersihannya perlu dijaga. Sebab, burung murai batu selama dipenangkaran akan berada di dalam kandang tersebut.
Jika kandang yang dibuat nyaman maka murai batu akan mudah untuk dirawat dan dicetak menjadi burung jawara.
Sedangkan jika kandang yang dibuat tidak nyaman untuk murai batu maka akan menyababkan murai batu menjadi tidak nyaman dan tidak mau tinggal di kandang tersebut.

Penyakit Akibat Kandang Ternak Murai Batu Dalam Ruangan

Ada begitu banyak pemilik murai batu yang tidak memperhatikan kebersihan kandang murai batu. Mungkin tidak hanya pemilik murai batu saja tetapi pemilik burung berkicau lainnya juga sering terlihat tidak membersihkan kandang burung berkicaunya secara rutin.
Padahal, jika tidak dibersihkan secara rutin, kandang tersebut akan menjadi sarang bagi penyakit dan otomatis murai batu pun akan terserang penyakit.
Pada umumnya, hal-hal yang sering tidak diperhatikan seperti kotoran burung yang menempel pada bagian bawah sangkar. Kotoran yang tidak segera dibersihkan menyebabkan bakteri penyebab penyakit akan berkembang biak. Pakan yang tidak diganti pun juga menjadi sarang bagi bakteri penyebab penyakit.
Seharusnya, pakan yang diberikan pada murai batu harus diganti secara rutin walaupun pakan tersebut belum habis. Jika menunggu pakan tersebut habis maka bakteri akan berkembang terlebih dahulu.
Tidak hanya bagian kandang saja yang perlu dibersihkan, tetapi bagian lingkungan sekitar kandang juga perlu dibersihkan. Walaupun bagian kandang terlihat bersih tetapi jika lingkungan sekitar tidak bersih tetap saja penyakit akan menyerang burung murai batu.
Untuk mencegah agar bakteri penyebab penyakit berkembangbiak di kandang murai batu, sebaiknya bagian kandang harus dibersihkan secara rutin. Sangkar perlu dijemur pada pagi hari. Agar kandang lebih bersih lagi, sebaiknya lakukan penyemprotan cairan disinfektan sesuai dengan dosis.
Mengatasi Penyakit Murai Batu akibat dari kotoran Kandang
Apabila penyakit telah menyerang murai dikarenakan sanitasi kandang yang buruk, lakukanlah pengobatan.
Pengobatan dapat dilakukan dengan cara meletakkan burung ke dalam sangkar yang dipasang lampu yang digunakan untuk pemanas. Tidak hanya itu, berikan juga antibiotik yang akan mempercepat penyembuhan murai batu.
Antibiotik yang diberikan harus antibiotik yang berkualitas. Dipilih antibiotik yang berkualitas agar dapat menyembuhkan murai batu secara cepat dan dapat membunuh bakteri penyebab penyakit.
Penyakit yang menyerang karena sanitasi kandang yang kurang baik jika sudah terlanjur parah maka pengobatannya akan sulit.
Jika pun dapat diobati akan memakan biaya yang tidak sedikit.Inilah Penyakit Akibat Kandang Ternak Murai Batu Dalam Ruangan semoga berguna dan bisa untuk di jadikan bahan rujukan.