tt ads

Menurut pendapat dari beberapa pakar Pleci Mania (Pleman), Pleci akan rajin bunyi baik ngeriwik kasar ataupun ngeriwik alus, ngerol dan ngalas serta ngeplong secara stabil dengan posisi stand by (nagen) adalah pada kondisi birahi yang normal. Dan menurut pendapat lainnya membetulkan dengan pendapat tersebut seraya menambahkan, bahwa pleci jika pada kondisi kurang birahi akan mengakibatkan kurang rajin dan hanya sekedar wiklus saja, itupun lebih sering terdapat jedah yang kurang beraturan, demikian juga jika pleci over birahi, pleci akan lebih sering mengeluarkan suara panggilan (call : dibaca “kol” bukan “kal”) … heheh, untuk itu dibuthkan perawatan yang tepat agar pleci tetap dalam kondisi birahi normal.

Kembali pada pembahasan di atas, memang pada kondisi tertentu terkadang kita bingung dengan pleci yang kita miliki, apakah over birahi ataukah kurang birahi.

Bagi kalangan kicau mania khususnya pleci mania yang sudah senior hal di atas bukanlah merupakan hal yang sudah untuk ditanggulangi, namun jika pengalaman tersebut terjadi pada pemilik pleci yang belum begitu faham bagaimana cara mengkondisikan agar pleci pada kondisi birahi yang stabil, untuk itu perlu cara dan perawatan tepat dalam menyikapi keadaan tersebut.

Dan berikut adalan beberapa cara untuk menkondisikan-agar pelcio tetap dalam kondisi stabil:

♦ Untuk mengkondisikan agar pleci pada taraf birahi normal berikan buah pisang atau bisa juga dengan buah sawo
♦ Jika burung masih tetap terlihat pasif, kurang gesit dan lincah menndakan kurang birahi, maka untuk menaikkan birahi pleci, berikan Ulat Hongkong (UH) atau bisa juga dengan Ulat kandang (UK). Baca juga : Manfaat Ulat Hongkong Untuk Pleci
♦ Jika setelah pemberian UH atau UK burung terlihat gesit dan terlalu nggrabak maka kemungkinan burung pada kondisi birahi yang berlebihan, maka jika kondisinya demikian perlu waspada, langkah peredaman atas pleci over birahi yaitu dengan memberikan buah ketimun. Selama pemberian buah ketimuan, jika kondisi burung sudah terlihat stabil, maka hentikan pemberian

ketimun dan ganti dengan buah lainnya seperti pisang kapok.
♦ Secara normal, berikan kroto cukup 3 kali saja dalam seminggu.

tt ads

2 comments

  • Ahmed Faruk
    Ahmed Faruk
    Reply

    Synergistically mesh go forward synergy with resource sucking intellectual capital. Quickly.

  • Eftakher Alam
    Eftakher Alam
    Reply

    Authoritatively disintermediate high standards in niche markets with standards compliant niches. Dynamically build.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>